Change For The Future

Sejarah TENAR INDONESIA

TENAR INDONESIA, adalah akronim dari Terapi Narkoba Indonesia, sebuah Lembaga Nirlaba, yang ingin berkontribusi memberikan solusi upaya preventif dan rehabilitasi para korban penyalahgunaan NAPZA.

Metode Rehabilitasi TENAR INDONESIA

Seluruh program rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, dan paska rehabilitasi dari Tenar Indonesia Foundation mengacu pada Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, serta Kebijakan BNN.

Pendaftaran Peserta Rehabilitasi TENAR INDONESIA

Calon Peserta Rehabilitasi Daftar Mendaftar Melalui Website TENAR INDONESIA.

Narkoba Buatan Diskotek MG Mirip Air Minum Kemasan

TENAR INDONESIA, adalah akronim dari Terapi Narkoba Indonesia, sebuah Lembaga Nirlaba, yang ingin berkontribusi memberikan solusi upaya preventif dan rehabilitasi para korban penyalahgunaan NAPZA.

FOKAN Gelar Diskusi Panel Aksi dan Apresiasi Kepedulian Anti Narkoba

Deklarasi dukungan masyarakat yang diwakili oleh 46 organisasi kemasyarakatan yang konsisten dalam gerakan Anti Narkoba kepada Polda Metro Jaya dalam bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kamis, 03 Januari 2019

Menkumham Pusing 51 Persen Jaringan Narkoba Berada di Lapas


JAKARTA – Selain memberikan imbauan untuk memerangi narkoba serta HIV-AIDS kepada para tahanan dan warga binaan pemasyarakatan, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly juga sedikit mencurahkan isi hatinya ketika berpidato di acara Peringatan Hari AIDS Sedunia.
Yasonna H Laoly dilanda rasa pusing ketika mengetahui bahwa 51 persen jaringan narkoba justru terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Angka sebesar itu pun membuatnya miris, namun juga tetap semangat untuk memperbaiki semua hal.
“Saya pusing kalau dikatakan jaringan narkoba 51 persen dari lapas. Persoalan-persoalan yang terus kami yakini untuk diperbaiki,” ujar Yasonna H Laoly dalam pidatonya di acara itu di Lapas Khusus Narkotika Kelas II, Jakarta Timur, Senin (17/12).
Meskipun dari pemerintah terus melakukan perbaikan, namun Yasonna H Laoly tetap merasa hal itu akan sia-sia jikalau para tahanan tidak berkomitmen untuk berhenti menggunakan narkoba.
Tak hanya dari tahanan, untuk memerangi terjadinya jaringan di dalam lapas, Yasonna H Laoly juga menghimbau para petugas serta jajaran untuk memberikan perhatian dan pembinaan kepada para tahanan.
“Tetapi itu hanya mungkin terjadi kalau kalian-kalian semua betul-betul mengatakan ‘Thats it, kami akan menjadi bagian dari anak-anak bangsa yang berguna’,” ungkap Yasonna H Laoly dikutip dari okezone.
“Dan saya meminta kepada seluruh jajaran di sini, terutama Direktorat Pemasyarakatan betul memberikan perhatian dan pembinaan kepada mereka, menyiapkan mereka dengan pengobatannya, dan lain-lain,” tutupnya. (aci)
Sumber: https://hariansinggalang.co.id/menkumham-pusing-51-persen-jaringan-narkoba-berada-di-lapas/
Share:

1.042 Napi di Lapas dan Rutan Se-Indonesia Terjangkit HIV/AIDS


Jakarta - Jumlah penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) terus bertambah. Peningkatan jumlah tersebut ternyata berbanding lurus dengan prevalensi penderita HIV/AIDS. 

"Berdasarkan periode Oktober 2011, penderita HIV/AIDS yang ditangani lapas dan rutan berjumlah 787 dan itu meningkat menjadi 1.042. Jumlah ini tentu menjadi perhatian kita semua akan pentingnya penanganan HIV/AIDS di lapas dan rutan," ujar Direktur Infokom Kemenkum HAM Ibnu Chuldun di sela-sela kunjungan Menkum HAM Yasonna H Laoly dan Menkes Nila Moeloek dalam peringatan hari AIDS di Rutan Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Senin (1/12/2014).

Dalam kunjungan kali ini Yasona dan Nila mengunjungi poliklinik dan penanganan napi yang terinfensik HIV/AIDS. Tingginya penderita penyakit HIV/AIDS menarik perhatian menkum HAM dan menkes.

"Saat ini pelaksanaanya lebih ditekankan pada usaha pencegahan dengan komunikasi dan edukasi (penyuluhan-red), hingga saat ini program ini terus dilakukan dengan senantiasa meningkatkan kualitas program Ditjen PAS sendiri telah mengandeng mitra KPAN, HCPI, AusAID, USAID, Global Fund dan LSM lainnya," imbuh Ibnu.

Ibnu meyakini permasalahan AIDS bukanlah masalah perorang tetapi masalah multidimensi. "Perlu mendorong terlaksananya diversi bagi pengguna narkoba dengan rehabilitasi, Pemerintah perlu mendukung alokasi anggaran untuk program pengendalian dan penangulangan HIV/AIDS di lapas dan rutan," tuturnya. 

Ibnu juga menjelaskan dalam jangka pendek peningkatan layanan deteksi dini. Perlu dilakukan pemeriksaan dan pengobatan serta perawatan dukungan terhadap warga binaan.

"Pelatihan dan peningkatan Kapasitas pegawai agar dapat melaksanakan program penangulangan HIV/AIDS di lapas dan rutan secara berkualitas. Kami bertekad mewujudkan getting to zero HIV/AIDS yaitu penularan inveksi baru sehingga berkurangnya angka kematian akibat AIDS dan zero diskriminasi terhadap ODHA," tutupnya.


Sumber: https://news.detik.com/berita/d-2764267/1042-napi-di-lapas-dan-rutan-se-indonesia-terjangkit-hivaids
Share:

Yasonna Ajak Penghuni Lapas Ikut Berantas Narkoba


Jakarta, Gesuri.id - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly meminta kepada warga binaan Lapas Narkotika klas IIA Jakarta dan seluruh warga binaan narkotika di lapas seluruh Indonesia, agar terlibat aktif dalam memutus rantai peredaran narkoba di dalam Lapas.
Saat ini kata Yasonna perbaikan dan pengawasan terkait pencegahan narkoba di dalam Lapas terus di tingkatkan.
"Saya sudah pusing, kalau dikatakan jaringan narkoba 50 persen dari lapas, ini membuat saya pusing," kata Yasonna dalam peringatan hari AIDS sedunia yang digelar di Lapas Narkotika klas IIA Jakarta, Cipinang, Jakarta Timur, Senin (17/12).
Berdasarkan informasi Direkturat Jenderal Lembaga Pemasyarakatan, dari total penghuni lapas yang mencapai 256.103 orang napi tahanan, yang terlibat kasus narkotika mencapai 111.332 orang.
Ia juga meminta, seluruh warga binaan Lapas untuk berkomitmen dan mengabarkan kepada seluruh anggota keluarga agar menjauhi narkoba, mulai hari ini.
Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, pelibatan warga binaan Lapas dalam memutus rantai peredaran narkoba sangat penting.
Baca: Saat Rekonstruksi, Tak Tampak Adegan Kapten Komarudin Terkena Stang Motor
"Kasih tau kepada saudara-saudara kalian di luar beritahu bahwa narkotika ini adalah permasalahan besar dan kalian harus menujukan komitmen besar untuk mengatakan ini yang terakhir menggunakan narkotika," kata Yasonna.
"Kalian akan menjadi bagian dari anak-anak bangsa yang berguna," tambahnya.
Yasonna juga mengingatkan kepada seluruh jajaran Dirjen Pas agar terus melakukan pembinaan kepada warga binaan terkait bahaya narkoba.
Sehingga, saat warga binaan kemabali ke masyarakat bisa secara bertanggung jawab menyerukan bahaya penyalahgunaan narkoba.
"Saya minta jajaran Dirjen Pas memberikan perhatian khusus kepada mereka, menyiapakan mereka mejadi warga binaan yang bertanggung jawab," jelas Yasonna.
Sumber: https://www.gesuri.id/pemerintahan/yasonna-ajak-penghuni-lapas-ikut-berantas-narkoba-b1TADZgF2
Share:

Peringati Hari AIDS sedunia, Ditjen PAS serukan pentingnya penanganan HIV-AIDS di Lapas dan Rutan


Jakarta Indonesia, Media RAJAWALISIBER -Peringati Hari AIDS Sedunia (HAS) 2018 direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan serukan pentingnya penaganan HIV-AIDS di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) dan Rumah Tahanan Negara (RUTAN).

Acara diselenggarakan di LAPAS Khusus Narkotika Kelas II A, Jakarta, Senin (17/12).bersamaan dengan itu Menteri Kesehatan, Nila Moeloek dan Menteri Hukum dan HAM, Yasona H. Laoly turut serta dalam acara tersebut.
Keberadaan Warga Binaan Pemasyarakatan dengan latar belakang kasus penyalahgunaan narkotika memberikan pemahaman umum bahwa Lapas dan Rutan dianggap sebagai salah satu tempat yang beresiko tinggi terjadinya penularan HIV.
Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami menyampaikan bahwa penanggulangan HIV AIDS bagi Tahanan dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas dan Rutan terus diupayakan Ditjen Pemasyarakatan.
“Sejak Tahun 2003, Ditjenpas bekerja sama dengan berbagai instansi terkait seperti Kementerian Keaehatan, UNODC. PKNI, dan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lainnya melakukan penanggulangan di beberapa Lapas dan Rutan,” tutur Utami.
Hingga saat ini Tahanan dan WBP penderita HIV yang ditangani oleh Lapas dan Rutan berjumlah 1.042 orang. Jumlah tersebut tentunya perlu menjadi perhatian semua untuk menyadari pentingnya penanganan HIV-AIDS di Lapas atau Rutan.
Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, mengatakan bahwa HAS tahun ini mengusung tema “Saya Berani, Saya Hebat !”, tema ini dipilih sebagai bagian dari Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dalam pencegahan dan pengendalian HIV AIDS dengan pendekatan deteksi dini dan pengobatan segera atau early detection and prompt treatment kata Nila,
Kemudian Nila mengajak jajaran Pemasyarakatan untuk semakin memperluas layanan HIV AIDS di Lapas dan Rutan. Dengan harapan penularan dapat ditekan serendah mungkin dan para WBP serta Tahanan yang positif HIV dapat Segera diobati.
Senada dengan Nila, Menteri Hukum dam HAM, Yasona H.Laoly juga mengajak seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air untuk berperilaku hidup sehat demi mencegah dan mengendalikan penularan HIV di Indonesia.
Program dan layanan pencegahan HIV telah dibentuk di Lapas dan Rutan, termasuk didalamnya program penyuluhan, layanan skrining HIV, dan tes bagi semua Tahanan dan Narapidana baru, rujukan antiretroviral therapy (ART), program komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) HIV-AIDS, konseling, kelompok dukungan sebaya dan program peningkatan kapasitas petugas.
“Saat ini telah disusun rencana aksi nasional tentang pengendalian HIV-AIDS di UPT Pemasyarakatan yang memprioritaskan pencegahan dalam program pengendalian HIV-AIDS. Pelaksanaannya dilakukan melalui berbagai kegiatan dalam ruang lingkup pelaksanaan teknis pembinaan bagi WBP.” ucap Yasonna saat memberikan sambutan Hari Aids Sedunia di Lapas Narkotika Jakarta.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM juga mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kesehatan, atas upaya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mendukung program penanggulangan HIV-AIDS pada rumah Tahanan dan Lembaga Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut akan dilakukan penandatanganan MoU antara Kanwil DKI jakarta dwngan Yayasan Tenar Indonesia tentang Program Penguatan Pencegahan HIV-AIDS, Rehabilitasi, paska Rehabilitasi Narkotika Berbasis Pelatihan dan Kewirausahaan bagi Tahanan dan WBP pada Lapas, Rutan dan Bapas wilayah kerja DKI Jakarta.
Warga Binaan Pemasyarakatan dari sejumlah unit pelaksana teknis Pemasyarakatan juga turut menghibur para tamu yang hadir di kegiatan Hari Aids Sedunia ini, diantaranya adalah Peraembahan Tarian Kemilau Nusantara dari Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Jakarta,
Hiburan grup musik dari Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta dan Hiburan Musik Keroncong dari Warga Binaan Lapas Cikarang, serta drama musikal persembahan dari Warga Binaan Lapas Narkotika Jakarta.(nafis).
Sumber: https://rajawalisiber.com/peringati-hari-aids-sedunia-ditjen-pas-serukan-pentingnya-penanganan-hiv-aids-di-lapas-dan-rutan/ 
Share:

Kemenkumham DKI Berencana Rehabilitasi Pemakai Narkoba Tanpa Harus Menahannya


JAKARTA, KOMPAS.com - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DKI Jakarta berencana merehabilitasi pemakai narkoba tanpa menahan mereka di rumah tahanan ( rutan) dan lembaga pemasyarakatan ( lapas). 

Sebab, lapas dan rutan di DKI Jakarta kelebihan kapasitas. Selain itu, 78 persen dari 17.581 tahanan dan napi yang berada di seluruh lapas dan rutan DKI Jakarta merupakan terpidana kasus narkoba. 

"Mungkin kita mengupayakan rehabilitasi sehingga ada kemungkinan akan berkurang," ujar Kepala Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Bambang Sumardiono, di Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Cawang, Jakarta Timur. Baca juga: Upaya Kemenkumham DKI Kurangi Kelebihan Kapasitas di Lapas dan Rutan. 

Ia mengatakan, rencana ini akan dioptimalkan pada tahun 2019. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan. 

"Di 2019 kita akan mencoba tidak hanya pergeseran (pemindahan) tetapi bagaimana kita koordinasi dengan institusi terkait. Tidak harus penyalah guna narkotika harus di lapas tetapi bisa masuk di panti-panti rehabilitasi," ucap dia. 

Meski begitu, panti-panti rehabilitasi akan dioptimalkan terlebih dahulu sebelum program itu direalisasikan 100 persen. Bambang juga mengatakan, lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Jakarta mengalami kelebihan kapasitas hingga 301 persen. Baca juga: Lapas dan Rutan di DKI Jakarta Kelebihan Kapasitas hingga 301 Persen. 

Ada 17.581 orang warga binaan di sembilan lapas dan rutan di DKI Jakarta. Padahal, seharusnya kapasitas dari seluruh lapas dan rutan adalah 5.851 orang. 

"Besarnya angka tersebut tidak sebanding dengan kapasitas ruang lapas dan petugas penjaganya," ujar Bambang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemenkumham DKI Berencana Rehabilitasi Pemakai Narkoba Tanpa Harus Menahannya", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/12/29/08504331/kemenkumham-dki-berencana-rehabilitasi-pemakai-narkoba-tanpa-harusPenulis : Ryana Aryadita UmasugiEditor : Icha Rastika
Share:

Minggu, 25 November 2018

PENINGKATAN KUALITAS PERGURUAN TINGGI (STIKES Jayapura)


Adriana Sainafat, S.ST.,M.Kes
Mahasiswa Program Doktoral Fakultas kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar/Dosen STIKes Jayapura.


BRANDING MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI

Pendidikan tinggi menurut UU RI No. 12 Tahun 2012, BAB I, pasal 1 ayat 2 yang mengatakan bahwa  jejang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma, program sarjana, program magister, program doctor dan program profesi serta program spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia. Pendidikan tinggi di Indonesia bertambah jumlahnya khususnya perguruan tinggi swasta menurut data APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Indonesia) pada tahun 2010, tercatat 3.017 institusi perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia mulai dari akademi, sekolah tinggi, institute hingga universitas, perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi  (IPTEK) memaksa perguruan tinggi  menyediakan kualitas yang bermutu. Dari jumlah perguruan tinggi swasta yang semakin meningkat pertahun, tentunya memiliki daya saing, aroma-aroma kompetisi yang cukup tinggi untuk mendapatkan calon mahasiswa.
Permasalahan yang sering didengar bahwa perguruan tinggi swata ataupun akademi yang tutup karena tidak memiliki mahasiswa. Menurut konsultan brand, Amelia Maulana mengatakan bahwa perguruan tinggi harus memiliki branding yang  baik dan berusaha untuk tetap eksis menghadapi persaningan tersebut dan apabila tidak memiliki branding yang baik akan mudah dilupakan calon mahasiswa bahkan mahasiswa itu sendiri. Dapat dilihat dari Survey yang dilakukan oleh Beaver College, sebuah kampus kecil dekat Philadelphia, terhadap calon mahasiswa, hasil survey yang ditemukan bahwa 30% responden menganggap kampus ini tidak menarik karena namanya kurang terkenal. Dari hasil survey, maka Beaver College mengubah nama-nya menjadi Acardia University.
Pendidikan dianggap sebagai sebuh industry/perusahaan yang memiliki bisnis yang besar, kegiatan branding merupakan salah satu cara untuk memperkuat merek dimata konsumen atau stakeholder. Branding sering dipakai pada perusahan-perusahan untuk melakukan aktivitas promosi dengan tujuan untuk memperkenalkan, meningkatkan, bahkan mempertahankan merek/produk dimata konsumen. Pada konteks instansi pendidikan swasta perlu ditingkatkan lagi internal branding sebab banyak munculnya berbagai perguruan tinggi dengan penawaran mutu pendidikan yang menjanjikan sehingga membuat calon mahasiswa baru merasa perlu untuk membandingkan perguruan mana yang harus dipilih. Perguruan tinggi memiliki branding yang berbeda-beda untuk membedakan suatu perguruan tinggi dengan yang lain dibutuhkan suatu diferensiasi yang menjadi pembeda bagi perguruan tinggi lainnya.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Jayapura adalah sekolah tinggi kesehatan (swasta) yang berkedudukan di Kota Jayapura Ibu kota Propinsi. STIKes Jayapura dikenal dimata masyarakat dengan slogan/citra STIKes Jayapura Menuju Papua Sehat yang memiliki arti bahwa kelulusan STIKes Jayapura mampu memberikan sumbangsih positif kepada masyarakat papua salah satunya dalam pelayanan di Rumah Sakit, Puskesmas dan bahkan perguruan tinggi swasta sebagi dosen. Tingkat keberhasilan alumnus STIKes Jayapura membuktikan bahwa STIKes Jayapura mampu berkompetisi dengan perguruan tinggi lainnya. Nah maka dapat dilihat bahwa STIKes Jayapura melahirkan sarjana yang  berkarakter didalam dunia kerja, diantaranya mau bekerja keras, memiliki visi kedepan, mampu bekerja sama dalam tim (Team Work), mudah beradaptasi, mampu berfikir analitis. Kelulusan sarjana yang memiliki karakter diasah pada masa perkuliaan dalam proses pembelajaran sistem tutor, beberapa mata kulia yang dianggap linier dalam dunia kerja diantaranya konsep kebidanan, komunikasi dalam praktik kebidanan dijadikan sebagai mata kulia yang sistem belajar tutor, dengan tujuan mengajarkan mahasiswa mencari, menemukan, menganalisis dan mampu bertanggung jawab pada teori yang didapat. Sistem perkuliahan tutor terdiri dari 10-15 orang, sehingga mereka belajar untuk  bekerja sama dalam tim. Kelulusan STIKes Jayapura sebagai modal investasi masa depan, berkualitas dapat menentukan karir seseorang dalam dunia kerja sehingga menjadi lebih profesional. Oleh karena itu perguruan tinggi STIKes Jayapura saat ini di pandang penting oleh masyarakat.
Nah........Apa yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi untuk meningkatkan minat mahasiswa baru dan meningkatkan mutu pendidikan ?? Seperti telah jelaskan diatas memiliki brangding yang baik, slogan/citra yang menarik perhatian dari kalangan masyarakat terlebih khusus calon mahasiswa. Tips Strategi Branding yang cocok :
1.      Akreditasi
Tentu akreditasi yang dilihat pertama kali bagi calon mahasiswa baru atau stake holder, maka sangat penting suatu perguruan tinggi melakukan akreditasi yang dilakukan oleh BAN-PT. akreditasi tidak semata menarik minat mahasiswa, namun dapat menarik beberapa instansi untuk bekerja sama. Penulis menanyakan kepada beberapa calon mahasiswa apa yang membuat anda tertarik untuk melanjutkan studi di STIKes jayapura, jawanya karena telah terakreditasi dan berkualitas dalam dunia kerja.
2.      Sistem Informasi
Ilmu pengetahuan & teknologi (IPTEK) selalu berkembang pada perubahannya, pada zaman now rata-rata mendapatkan informasi atau mencari informasi terkait ilmu pengetahuan melalui  internet, sosial media, tidak dipungkiri bahwa pada zaman naw teknologi sudah sangat membantu instansi pendidikan, dan ini sangat bermanfaat untuk digunakan alat branding kampus untuk menarik mahasiswa baru dengan pelayanan yang serba canggih, sistem informasi dapat meningkatkan kualitas pelayanan dalam hal PMB, keakademikan, SDM, training dan pelatihan. Dan tentu kampus yang menggunkan sistem informasi lebih terlihat profesional, sistem informasi, kampus didapatkan seperti  laporan-laporan yang tertata rapi, modul pembelajaran dll, sehingga memudahkan para pegawai, dan memperoleh data yang detail dan valid untuk data evaluasi
3.      Promosi
Promosi merupakan salah satu kompoen yang diprioritaskan dalam kegiatan branding. Dengan adanya promosi maka stakeholder terlebih khususnya calon mahasiwa akan mengetahui bahwa kampus mempunyai banyak program yang bagus untuk para calon mahasiswa. Perlu diindak hanya sebatas pada dana yang miliki oleh instasi, tapi kegiatan promosi bisa dilakukan dengan menonjolkan prestasi-prestasi yang bagus yang telah diraih kampus atau lain sebagainya. Membuat brosur kampus, iklan dan memanfaatkan sosial media untuk promosi kampus
4.      Beasiswa
5.      Different
Branding yang tidak boleh terlewatkan lagi adalah punya pembeda atau keunikan tersendiri dari kampus-kampus lain, seperti mempunyai jurusan yang tidak dimiliki kampus lain, contoh STIKes Jayapura memiliki Lab ATM yang kepanjangannya Lab HIV/AIDS, Tuberkolosis, dan Malaria, lab tersebut jarang bahkan tidak ada di kampus lain.  Tujuan Lab ATM dibentuk untuk mengajarkan dan melatih ketrampilan serta etika komunikasi, edukasi dan konseling kepada pasien-pasien yang terdiagnosis HIV/AIDS, Tuberkolosis dan Malaria, 3 masalah kesehatan tersebut yang tertinggi dipapua.
Memiliki slogan yang unik  seperti “STIKes Jayapura menuju sehat” rasionalnya dapat memberikan dampak pada emosi para calon pendaftar, Keunikan ini akan melekat di otak para calon mahasiswa dan akan lebih menarik para calon mahasiswa baru.
6.      Mempunyai Pusat Career Center
Pusat Career Center sangat penting dan sangat diperlukan bagi para alumni untuk mengetahui tentang lowongan kerja serta mendapat informasi tentang perusahaan yang telah bekerjasama denganperguruan tinggi mereka. Ban-PT pun menganjurkan adanya Pusat Career Center yang bertujuan untuk mengurangi pengangguran, dan tentunya sebagai salah satu point penilaian dalam akreditasi. Biasanya pemantauannya menggunakan Aplikasi Tracer Study. Point tersebut memiliki branding yang sangat bagus karena rata-rata para calon mahasiswa baru akan melihat apakah setelah lulus mereka akan diperhatikan oleh kampus untuk melanjutkan di dunia kerja.
7.      Alumnus Sebagai Pemasar Perguruan Tingggi
Alumnus juga memiliki peranan penting sebagai branding yang bik, para alumnus yang berprestasi akan dijadikan model, kaca mata pembandng agar dapat merasakan kesuksesan yang sama
8.      Publikasi
Publikasi perguruan tinggi, sekolah tinggi memiliki banyak manfaat seperti mmemanfaatkan website kampus. Untuk memplubis, profil kampus, progam study/jurusan, beasiswa maupun informasi terkait kampus dll. Publikasi dalam bentuk lain dan mempunyai dampak signifikan yaitu dengan mengirimkan berita atau penelitian ke jurnal internasiona. sudah pasti perguruan tinggi akan semakin terkenal.
9.      Mengikuti Konfrensi dalam negeri dan luar negeri
Para pimpinan kampus dapat mengikuti konfrensi nasional maupun internasional untuk  menegenalkan kampus mereka kepada pihak lain, sehingga tercipta kerja sama antar kampus, Jika sebuah instansi pendidikan tak asing di telinga para pimpinan kampus lain, makan akan banyak tawaran kerjasama antar kampus, dan ini dapat meningkatkan eksistensi kampus tersebut sehingga para calon mahasiswa tertarik untuk mendaftarkan diri di kampus yang memiliki partner universitas luar negeri.
Kesimpulan
·  Branding yang baik tentu sangat penting dalam perguguruan tinggi untuk menarik stakeholder, meningkatkan minat generasi muda melanjutkan study pada perguruan tinggi yang mampu menciptiptakan mutu yang berkualitas dan memiliki jiwa berkompitisi sehat yang mampu bersaing dengan kampus lain, dan dapat sebagai model setelah lulus dari perguruan tinggi tersebut.
·      Branding yang baik, perguruan tinggi, sekolah tinggi perlu meningkatkan kualitas internal pendidikannya, dengan cara meningkatkan kualitas pengajar yang bisa mengahadapi generasi milinial yang mengandung 4C (Critical Thinking, Collaboration, Communication, Creativity), pelayanan akademik yang rapi dan sistematis, kebijaksanaan kepemimpinan.

Share:

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2018

Penandatanganan MOU

Puncak Peringatan Hari AIDS 2018

Terapi Pasien Rawat Jalan Tenar

Chat WA Khusus Android